Perbedaan Saham dan Kripto yang Perlu Anda Pahami

Diposting pada

Perbedaan Saham dan Kripto – Saham memang masih menjadi instrumen investasi yang populer sampai saat ini. Namun semenjak trading crypto mulai populer, banyak orang mulai melirik bitcoin dan altcoin.

Terlebih ketika terjadi lonjakan harga pada tahun 2020 silam. Lantas apa saja perbedaan saham dan kripto?

Harga Bitcoin Hari Ini

Bitcoin sama halnya seperti emas digital yang akan menawarkan dua pilihan yakni sebagai pembayaran dan alat investasi. Namun elemen investasi ini belum tepat dikatakan menjadi alat pembayaran.

Jika Anda tertarik untuk bermain bitcoin, maka tiap harinya harus selalu mengetahui bagaimana perkembangan harganya. Pada hari ini yakni berada pada angka Rp 430,870,153,26 dimana mengalami penurunan sebesar 2,24%.

Sementara harga bitcoin kemarin paling rendah mencapai Rp 421,025,438,37 dan tertinggi yakni Rp 446,276,110,69. Perubahan harga sebelumnya mengalami perubahan dengan kenaikan sebesar 5,55%.

Perbedaan Saham dan Kripto

Perbedaan Saham dan Kripto
Perbedaan Saham dan Kripto

Penggunaan kripto mengalami peningkatan semenjak terjadinya lonjakan harga di tahun 2020 yang membuat banyak orang mencoba masuk ke beberapa crypto.

Sebelum trader saham mulai menjual cryptocurrency, ada beberapa poin perbedaan perlu Anda pahami, berikut penjelasannya mengenai perbedaan saham dan kripto:

1. Waktu Perdagangan

Perbedaan utama antara saham dan kripto yakni berada pada waktu perdagangan. Jika sudah terbiasa melakukan trading di Bursa Efek Indonesia, umumnya hanya berlangsung pada hari kerja yaitu Senin sampai Jum’at. Waktunya pun terbagi menjadi dua sesi antara pukul 9 pagi dan sesi 2 jam 13.30.

Lain halnya dengan saham, pasar crypto dibuka selama 24 jam alias tidak pernah libur. Adanya perbedaan waktu ini membuat strategi untuk melakukannya pun juga berbeda. Misalnya trading crypto harus melihat waktu sibuk dari pengguna lain pasalnya harga akan lebih bergerak saat transaksi naik.

2. Satuan Transaksi

Perbedaan berikutnya terletak pada satuan transaksi yang digunakan. Saham di Indonesia mengharuskan para trader untuk melakukannya minimal 1 lot atau sama seperti 100 lembar. Artinya, jika harga saham Rp 1000 maka artinya minimal modal harus diperlukan senilai Rp 100 ribu per lot.

Lain halnya dengan crypto, harga bitcoin juga bisa sampai ratusan juta rupiah. Misalnya saja Ethereum mencapai puluhan juta rupiah. Namun Anda tidak perlu takut karena trader yang mengeluarkan modal kecil pun juga tetap bisa bertransaksi jika membeli pecahan paling rendah, misalnya 8 desimal bitcoin.

3. Platform Trading

Mengingat karena elemen yang digunakan untuk trading berbeda tentu membuat platform-nya juga tidak sama. Trader biasanya akan melakukan transaksi dengan menjadi nasabah di sekuritas. Ada beberapa tahapan perlu dilalui mulai dari memilih pihak sekuritas dan lainnya.

Sementara untuk crypto, trader juga bisa melakukan tranaksi melalui exchange crypto seperti Pintu, Indodax, Binance, Tokocrypto dan lainnya. Lalu dalam penyimpanannya sendiri, para hodler dapat melakukannya melalui aplikasi wallet khusus crypto.

4. Volatilitas

Selain waktu perdagangan, volatilitas ini juga menjadi pembeda utama antara keduanya. Saham di Indonesia, mempunyai mekanisme pembatasan volatilitas ketika pasar sedang dalam kondisi tidak terkendali. Misalnya melalui auto rejection atas dan bawah hingga trading halt.

Itu artinya, volatilitas pada saham memang bersifat lebih stabil ketika terjadi kenaikan atau penurunan secara drastis. Berbeda dari saham, crypto tidak mempunyai pengendalian tersebut. Jadinya harga akan bergerak sesuai supply and demand. Hal ini akan membuatnya menjadi naik atau turun signifikan.

Belajar Saham dan Crypto Lewat Indodax

Bagi Anda yang masih kebingungan untuk masuk ke dunia investasi, tentu saja kedua elemen tersebut terasa sulit saat dipahami. Salah satu media dapat digunakan yakni melalui Indodax sebagai platform jual beli aset kripto paling besar di Indonesia.

Sudah ada sekitar 5 juta anggota terverifikasi, Anda pun bisa melakukan jual beli aset kripto seperti Ripple, Ethereum dan Bitcoin. Tidak heran apabila masih kebingungan dalam memulai investasi, jangan ragu untuk bergabung bersama Indodax.

Indodax sendiri menyediakan kanal edukasi yakni Indodax Academy yang bisa diakses untuk belajar. Apabila sudah memahaminya, mulailah melakukan transaksi jual beli di platform ini. Kunjungi website resmi atau unduh mobile Apps dari Indonesia Bitcoin and Crypto Exchange.

Bagi Anda yang tertarik di dunia trading, cobalah untuk memahami terlebih dahulu apa saja perbedaan saham dan kripto. Pasalnya kedua komponen investasi ini memiliki banyak pengguna dengan strategi permainan tidak sama.

Beri Penilaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.