8 Cara Menanam Tanaman Tomat Untuk Pemula yang Mudah

Tanaman Tomat – Tanaman Tomat menjadi satu diantara buah yang dapat ditanamkan di pelataran rumah atau dalam pot dan polybag.

Buah yang mempunyai rasa asam dan manis ini dapat berbuah dengan lebat jika ditanamkan dan dirawat secara baik.

Belum juga, Tanaman Tomat banyak memiliki faedah yang dapat kamu pakai sebagai pendamping makanan seperti membuat sambal, salad, sebagai pendamping roti lapis dan juice dan sup.

Cara Menanam Tanaman Tomat

Cara Menanam Tanaman Tomat
Cara Menanam Tanaman Tomat

Tetapi untuk membikin Tanaman Tomat tumbuh subur dan cepat berbuah, tanaman ini harus dirawat bahkan juga semenjak awalnya pembibitan.

1. Tebar bibit dan berikan jarak

Bila kamu mengawali Tanaman Tomat dari biji, berikan jarak pada bibit untuk berkembang.

Tempatkan 3-5 benoh Tanaman Tomat dalam tray semai yang telah kamu berikan tanah, ingat tidak untuk merendam benih terlampau dalam, ya.

Sesudah tumbuh, tentukan bibit yang terbaik dan singkirkan dan potong bibit yang tidak prima.

Cukup piara dan rawat bibit yang bagus untuk meminimalkan tanaman Tanaman Tomat rawan terserang penyakit.

Bila tanaman telah memperlihatkan dua daun sejati, alihkan tanaman ke media yang kamu punyai, entahlah itu pot, polybag, atau pelataran rumah.

Saat mengalihkan, upayakan akar tanaman tidak terpenggal, ya.

2. Berikan banyak sinar

Bibit Tanaman Tomat memerlukan sinar langsung yang kuat. Bila kamu tidak dapat memberi tanaman sinar matahari langsung, kamu dapat memakai beberapa macam penerangan tanaman bikinan sepanjang 14 sampai 18 jam tiap hari.

Baca Juga :   10 Cara Merawat Tanaman yang Benar Supaya Tidak Cepat Layu

3. Tempatkan di lokasi yang kerap terserang angin atau berikan kipas angin

Tanaman Tanaman Tomat perlu bergerak dan bergoyang tertiup angin untuk meningkatkan tangkai yang kuat. Itu terjadi dengan alami di luar ruang, tapi bila kamu menanam bibit dalam ruangan, kamu perlu sediakan beberapa macam perputaran udara.

Buat angin semilir dengan menghidupkan kipas angin sepanjang lima sampai 10 menit, 2x satu hari. Sedikit saat itu akan membuat ketidaksamaan besar.

Opsi yang lain ialah menggoyang-goyang tanaman perlahan-lahan ke belakang dan ke depan di atasnya sepanjang beberapa saat, seringkali satu hari.

4. Panasi dahulu media tanahnya

Tanaman Tomat menyenangi panas. Tanaman Tomat tidak betul-betul mulai berkembang sampai temperatur tanah dan udara masih tetap hangat.

Kamu bisa percepat proses penanaman dengan tutupi tempat penanaman dengan plastik hitam atau merah beberapa minggu saat sebelum kamu merencanakan untuk menanam atau mengalihkan bibit Tanaman Tomat.

5. Pendam batangnya

Tanam tanaman Tanaman Tomat lebih dalam sampai ke sejumlah daun paling atas. Bila ditanamkan dengan langkah ini, Tanaman Tomat sanggup tumbuhkan akar di sejauh batangnya. Dan semakin banyak akar hasilkan tanaman yang semakin kuat.

Kamu dapat mengeruk lubang yang dalam atau cuma mengeruk parit dangkal dan menempatkan tanaman dengan status miring. Nanti, tanaman akan secara cepat menegakkan dirinya dan tumbuh ke matahari.

6. Potong daun bawah

Sesudah tanaman Tanaman Tomat capai tinggi sekitaran 1 mtr., buang daun dari kaki sisi bawah tangkai.

Ini ialah daun paling tua, dan umumnya bisa menjadi daun pertama kali yang alami permasalahan jamur. Ditambah, saat tanaman berfotosintesis, daun sisi bawah memperoleh cahaya matahari dan saluran udara sedikitnya.

Karena daun-daun ini ada dekat sama tanah, bakteri yang terikut tanah bisa secara mudah terciprat ke atasnya.

Baca Juga :   Ciri-ciri Tanaman Jarak dan 6 Manfaat Daunnya untuk Kesehatan

Dengan singkirkan daun ini, kamu telah menahan penyakit jamur menebar. Penangkalan yang lain dapat kamu kerjakan dengan memberi daun teh sisa seduh tiap minggu.

7. Menjepit dan memotong

Capit dan buang daun yang berada di persendian antara dari 2 cabang tanaman. Sisi ini tidak hasilkan buah dan akan ambil energi dari tersisa tanaman.

Disamping itu, kamu bisa juga memotong beberapa daun supaya matahari bisa capai buah yang masak.

Tetapi resikonya, daun ialah tempat tanaman berfotosintesis dan membuat gula yang memberikan rasa pada Tanaman Tomat. Semakin sedikit daun memiliki arti semakin sedikit Tanaman Tomat manis.

8. Siram dengan teratur

Siram dengan dalam dan teratur saat buah sedang berkembang. Penyiraman yang tidak teratur akan mengakibatkan pembusukan ujung bunga (kekurangan kalsium) dan pecah.

Ketentuan praktisnya yaitu memastikan jika tanaman memperoleh minimal 2-3cm air /minggu, tapi sepanjang musim panas dan kering, tanaman kemungkinan memerlukan air semakin banyak. Karena itu rajinlah lakukan pengujian pada tanaman, sirami Tanaman Tomat jia mulai layu.

Sesudah buah mulai masak, kamu dapat kurangi penyiraman. Kurangi air akan membuat tanaman supaya konsentrasi hasilkan gula, untuk hasilkan rasa yang lebih nikmat.

Karena itu, pakai perasaan menanammu untuk memprediksi kapan tanaman harus disiram. Tetapi, tidak boleh meredam air kebanyakan hingga tanaman terus-terusan layu dan jadi depresi atau Tanaman Tomat akan menggugurkan bunga dan kemungkinan buahnya.

Tinggalkan komentar

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari BonsaiKita.com di Google News