5 Kelebihan Bunga Rafflesia yang Indah dan Menawan

Bunga Rafflesia – Pas 25 tahun lalu, bunga Rafflesia arnoldii dikukuhkan jadi bunga nasional Indonesia. Bunga yang terhitung ke puspa sangat jarang ini banyak memiliki kelebihan yang hebat.

Salah satunya tipe rafflesia yang populer adalah Rafflesia arnoldii, dan Rafflesia patma. Ke-2 nya dianggap sebagai flora epidemik Indonesia.

Karena sangat istimewanya, banyak periset dan pelancong fans flora yang tiba ke Indonesia untuk mendapati bunga ini.

Kelebihan Bunga Rafflesia

Kelebihan Bunga Rafflesia

Di Indonesia, ada 17 spesies rafflesia. Tipe yang pertama kalinya diketemukan adalah Rafflesia patma, diketemukan oleh naturalis bernegara Perancis, Auguste Deschamps pada 1797.

Selainnya epidemik, berikut lima kelebihan bunga ini yang menjadi perhatian beberapa pelancong dan periset luar negeri.

1. Wujud yang unik

Salah satunya julukannya adalah bunga raksasa, perkembangan buga ini jadi membesar dan melebar. Bunga rafflesia berdiameter bervariatif, bergantung tipe.

Diameter Rafflesia patma 35-40 cm, dan Rafflesia arnoldii sampai satu mtr..

2. Susah berkembang biak

Semenjak ditemukan document informasi tumbuhnya bunga rafflesia di Kebun Raya Bogor (KRB), baru 81 tahun selanjutnya bunga itu sukses tumbuh di luar komunitasnya.

Kesusahan itu satu diantaranya karena pada sebuah tanaman bunga rafflesia mempunyai dua tipe kelamin, atau disebutkan bunga berumah dua.

Bunga rafflesia berkembang biak lewat biji, tapi bijinya sulit didapatkan karena bunga jantan dan betina jarang mekar bertepatan.

Dalam periode perkembangannya, rafflesia memerlukan waktu 21 bulan untuk tumbuh dimulai dari timbulnya kuncup sampai mekar.

Baca Juga :   Sekilas Tentang Bunga Teratai dan 10 Manfaatnya untuk Kesehatan

Tragisnya, meskipun memerlukan waktu yang lama untuk berbunga, rafflesia cuma mekar sepanjang lima hari.

3. Tidak tumbuh di sembarangan tempat

Selainnya susah dikembangbiakan, bunga ini cuma tumbuh subur di komunitas aslinya yakni di beberapa rimba Sumatera dan Jawa Barat.

Sesudah ditelaah, bunga ini benar-benar tergantung dari inangnya, biji bunga rafflesia tidak tumbuh di sembarangan pohon.

“Rafflesia sendiri bunga yang paling selective. Dia tidak tumbuh selainnya di pohon Tetrastigma, semacam anggur rimba.

Itu juga tidak dapat di semua tipe pohon itu. Cuma pada saat yang pas dan gizi yang cocok, baru raflesia akan tumbuh. Belum pasti mekar, bergantung cuaca, tanah, dan banyak,” kata tim BonsaiKita.com

4. Mengundang serangga dengan berbau busuk

Wajarnya bunga mengeuarkan warna yang cantik dan harum yang merebak, bunga ini malah mengeluaran berbau busuk.

Bahkan juga, saat mekar pada beberapa hari awalnya, berbau bunga ini dapat sampai radius 30 mtr..

5. Tetap menjadi mistis beberapa periset dunia

Faktor biologis bunga rafflesia sampai sekarang tetap menjadi mistis beberapa periset dunia. Riset pada rafflesia telah dilaksanakan semenjak 1857.

Beberapa periset jaman Belanda usaha untuk membikin rafflesia hidup di luar komunitasnya. Bunga rafflesia sempat mekar di tahun 1929, kembali mekar di luar komunitasnya 81 tahun selanjutnya di Kebun Raya Bogor Juli 2010.

Mekarnya rafflesia ini sesudah lewat riset intens semenjak 2004 yang sudah dilakukan oleh empat team periset LIPI.

Banyak faktor biologisnya yang masih jadi mistis hingga kelangkaan masih menempel dalam tumbuhan ini.

Tinggalkan komentar

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari BonsaiKita.com di Google News