Bonsai Waru

Bonsai Waru

Diposting pada

Bonsai Waru – Apakah Anda pernah melihat tanaman Waru? Biasanya berada di sekitar pantai atau pinggir jalan, tetapi Anda tidak menyadari bahwa tanaman tersebut adalah waru. Selain sebagai peneduh, tanaman ini juga bisa dijadikan tanaman hias bonsai. Bagaimana cara menanamnya? Berapa harga bonsai waru?

Bonsai Waru Adalah

(Foto : Bukalapak)

Seperti yang dilansir situs bonsaikita.com, Tanaman waru termasuk dalam jenis tanaman yang memiliki daun yang bersisik tanpa bulu dan bagian tangkai putiknya utuh. Waru termasuk tanaman dari suku kapas-kapasan dengan nama ilmiah tiliaceus. Jenis yang paling umum dan sering dijadikan tanaman bonsai adalah waru laut/ dadap laut.

Waru cukup disukai masyarakat Indonesia karena akarnya tidak akan merusak tanah daan jalanan. Maka, tidak heran jika tanaman ini sering Anda temukan di pinggiran jalanan. Meskipun tampak rimbun dan lebat, tetapi pertumbuhannya tergolong sulit.

Tanaman ini sebenarnya masih satu marga dengan bunga sepatu. Habitat aslinya berada di kawasan tropis, Pasifik barat. Namun, saat ini sudah mulai menyebar ke selurub wilayah, termaauk Indonesia. Ada banyak penyebutan untuk tanaman waru mulai dari sea hibisucus, purau, hau, hingga coastal cottonwood.

Di Indonesia, tanaman waru di setiap daerah mempunyai penyebutan yang berbeda, di antaranya:

  1. Baru: Halmahera, Belitung, Sumba, Makasar dan Gayo
  2. Baru dowongi : Tidore dan Ternate
  3. Waru : Jawa, Bali, Flores, Bugis
  4. Halu, haru, fanu , faru : Maluku dan sekitarnya

Ciri-ciri dari bonsai waru

(Foto : Gambar ID)

1. Daun

Bentuk daun bundar seperti telur, kecil dan bagian tepinya rata. Terdapat garis di bagian tengah dan daun tulangnya menjari. Pada sisi bawah daun memiliki rambut/bulu halus berwarna abu-abu.

2. Bunga

Bunga yang tumbuh di setiap tanaman antara 2 hingga 5 kuntum. Daun mahkota bunga berbentuk kipas dengan warna merah keunguan.

3. Biji dan akar

Bagian bijinya berwarna coklat terang. Sedangkan akarnya berwarna putih agak kuning

4. Pohon

Tanaman Waru di alam liar mampu tumbuh dengan tinggi 5 hingga 15 meter. Namun, jika dijadikan bonsai tingginya antara 50 cm hingga 1.5 meter saja.

  • Baca Juga : Pengertian, Karakteristik, dan 27 Jenis Bonsai Terbaik

Jenis tanaman waru yang sering dijadikan bonsai dan dijual di pasaran adalah waru lot atau waru laut. Namun masih ada jenis tanaman hisbiscus lainnya yakni:

– Waru gombong atau waru gunung (Hisbiscus Similis BI)

Jenis ini memiliki ciri khas bentuk daun, pohon, buah dan bunga menyerupai Hibiscus Tiliaceus. Namun yang berbeda adalah bagian tulang daun kelenjarnya jauh dari pangkal, tangkai bunga lebih pendek dan kelopak daun melekat serta biji tanaman memiliki rambut kasar.

– Waru lanang atau tisuk (Hibiscus Macrophyllus Roxb)

Ciri khas dari waru lanang yang sangat tampak adalah bentuk pohon tinggi dan kurus, apalagi saat masih usia muda. Selain itu bagian daunnya lebih lebar dan mempunyai penumpu panjang.

– Waru landak (Hisbiscus Mutabilis L)

Karakteristiknya memiliki ukuran daun yang kecil antara 5 hingga 8 cm, ujung tangkai berkumpul, dan bunganya berada di area luar ketiak daun. Selain itu,, waru landak tergolong unik karena akan menampilkan warna berbeda di pagi hari dan sore hari.

Harga Bonsai Waru

(Foto : inkuiri)

Harga bonsai waru di pasaran tergolong cukup tinggi, apalagi jika termasuk jenis yang langka dan bentuk bonsainya cuku rumit. Pada tahun 2021, bonsai waru sering dicari para kolektor tanaman hias atau pembudidaya untuk dikembangkan dan diperjualbelikan. Berikut daftar harga terbarunya:

  1. Tanaman waru import Taiwan, berkisar antara 1, 5 juta hingga 2, 5 juta rupiah
  2. Tanaman waru India, kisarannya mulai 1, 7 juta rupiah
  3. Tanaman waru Merah, kisaran harga mulai 1 jutaan
  4. Tanaman waru variegata, dibanderol dari harga 80 ribu hingga ratusan ribu rupiah (tunas/bibit)
  5. Tanaman waru lokal, mulai dari harga 50 ribuan hingga 500 ribu

Bonsar Waru Lokal

(Foto : Jenis)

Tanaman waru berasal dari berbagai negara di kawasan Asia dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Bonsai waru lokal tidak kalah diminati dari jenis waru import, asalkan dirawat dengan baik dan bentuk bonsai yang unik.

Anda bisa dengan mudah membedakan waru import dan lokal yakni melihat bentuk dan ukuran daunnya. Waru lokal cenderung berukuran lebih besar di bagian daun. Tampilan inilah yang membuat masyarakat enggan untuk membeli dan memeliharanya di rumah.

Selain itu, jenis waru lokal juga mudah ditemukan di penjual tanaman hiaa maupun alam liar. Namun, di masa pandemi Corona yang melanda dunia saat ini membuat masyarakat lebih suka merawat tanaman apa saja, termasuk bonsai waru.

Bahkan, beberapa orang telah berhasil menciptakan bonsai dari tanaman waru dengan bentuk yang luar biasa indah dan menawan. Hal ini bisa dilakukan jika Anda sabar merawatnya dan memandang tanaman bonsai sebagai hasil karya yang bernilai seni tinggi. Mengapa demikian?

Sebab tanaman bonsai bisa dikategorikan sebagai salah satu tanaman yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi dan membutuhkan waktu yang panjang. Selain itu, kecenderungan habitat aslinya memiliki daun lebar dan pertumbuhan tunas berjauhan.

Maka, agar bonsai waru lokal Anda bisa tumbuh dengan baik, usahakan melakukan perawatan dengan benar, tepat dan ekstra teliti. Penambahan pupuk dan vitamin juga bisa membantu memaksimalkan pertumbuhan tanaman waru.

Di Indonesia sendiri, masih banyak ditemukan komunitas pecinta bonsai waru lokal di kota besar maupun daerah. Maka dari itu, biasanya diadakan kontes bonsai jenis waru untuk mencari bentuk yang paling unik. Tetapi, untuk kontes internasional jenis waru lokal belum bisa diikutsertakan.

Cara Menanam Bonsai Waru

(Foto : BenniSobekti)

Menanam bonsai waru dilakukan berdasarkan 3 cara yakni adalah :

1. Penanaman dari bibit atau biji

Menanam dengan cara yang satu ini memiliki keunggulan sendiri. Sebab, pohon waru yang ditanam lebih awal akan lebih mudah dibentuk di kemudian hari (memiliki batang lebih lunak dan lentur). Selain itu, Anda dapat melakukan kontrol lebih intensif dari awal pertumbuhan hingga terbentuknya bonsai.

Tahapan penanam pohon waru menjadi bonsai ada 3 tahapan yakni penyemaian biji waru, pertumbuhan dan perkecambahan serta pembentukan bonsai ketika pohon waru sudah memiliki beberapa helai daun.

2. Penanaman dari stek dan cangkok

Cara kedua yang sering digunakan oleh pembudidaya tanaman waru yakni melalui cangkok atau stek. Cara ini mampu membuat akar tanaman waru lebih kuat dan melingkar, sehingga dimensinya sangat cocok untuk bonsai.

Pada bagian benihnya akan terbentuk akar tunjang yang berfungsi sebagai penopang. Maka, tanaman ini tidak akan mudah tumbang saat diterpa hembusan angin xukup kencang. Agar akar bonsai lebih estetik, Anda bisa melakukan beberapa cara yakni penyambungan, pecah akar dan sayatan batang.

3. Penanaman dari dongkelan

Bagi Anda yang ingin lebih hemat waktu dan praktis, Anda bisa mencoba menggunakan cara dongkelan untuk membuat bonsai waru. Dongkelan sudah berupa batang akar yang bentuknya unik. Anda hanya butuh menambahkan beberapa step di antaranya:

  • Pengaturan cabang
  • Pergerakan mahkota bonsai
  • Pemberian pupuk dan vitamin

Meskipun Anda tidak meembutuhkan waktu lama dalam pembuatan tanaman waru bonsai, tetapi cara ini membuat batang bonsai lebih sulit dibentuk. Hal ini disebabkan batang bonsai sudah keras. Jika akar tanaman gerak atau geser, Anda juga tidak dapat memperbaikinya.

Bonsai Waru merupakan salah satu tanaman bonsai terbaik yang bisa Anda pilih untuk hiasan di rumah. Jika Anda melakukan perawatan dengan baik dan benar, Anda bisa mulai membudidayakanya untuk dijadikan ladang bisnis dengan keuntungan jutaan rupiah . Apakah Anda minat mencobanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *