Bonsai Senggani

Diposting pada

Bonsai Senggani – Bonsai senggani, untuk sebagian orang kemungkinan dipandang bonsai liar, tetapi untuk sebagian kembali dipandang seperti bonsai hias yang menyengaja ditanamkan. Apa Anda sudah mengetahui apakah itu bonsai senggani? Rupanya bonsai senggani ini dapat digunakan sebagai bonsai herbal yang bermanfaat untuk badan.

Senggani (Melastoma candidum) ialah bonsai perdu-perduan yang terhitung ke kerabat Melastomataccae. bonsai senggani ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitaran 0.5-4 mtr. dan bercabang banyak. Senggani umumnya hidup di lokasi yang cukup mendapatkan cahaya matahari, seperti pada semak-semak, lapangan, kebun, atau pada tempat yang lain.

Karakteristik Bonsai Senggani

Bonsai Senggani

Secara morfologi, bonsai senggani sebenarnya lumayan gampang untuk kita cirikan. Mereka termasuk sebagai perdu, yang mempunyai tangkai pendek dan tumbuh tidak jauh dari permukaan tanah. Sisi batangnya sendiri tumbuh tegak dengan tinggi 1,5-5 m dengan percabangan simpodial.

Mempunyai corak warna cokelat, ada lembaran daun berupa jorong atau bulat telur pada tangkainya. Letak daun itu umumnya bertemu dan sama-sama menyilang. Lembar daun senggani terdominasi warna hijau, termasuk tunggal, dan bisa tumbuh sejauh 2-20 cm dan lebar di antara 1-8 cm.

Jika kita lihat, ujung dan pangkal daun kelihatan cukup lancip. Sisi pinggirnya cukup rata, dengan permukaan memiliki rambut pendek yang jarang-jarang dan kaku. Bila kita sentuh permukaan daun bonsai senggani akan berasa kasar. Dia memiliki tiga tulang daun yang meliuk, dengan panjang petiolus sekitar 5-12 mm.

Kandungan Kimia pada bonsai Senggani

Merilis jurnal Kampus Muhammadiyah Malang, beragam bagian dari bonsai senggani kenyataannya simpan kandungan kimia aktif yang dapat digunakan untuk bermacam keperluan. Menurut riset, sisi daun cengkodok mempunyai kandungan saponin, flavonoid, dan tanin terhidrolisis. Sedang bunganya memiliki kandungan kaempferol, antosianin, tanin, asam lemak dan sterol.

Pada spesies Melastoma malabathricum, sisi bunganya yang warna ungu kemerahan bahkan juga diperhitungkan memiliki kandungan antosianin. Hingga sisi ini bisa kita gunakan sebagai bahan warna alami. Begitu halnya buahnya, antosianin yang terdapat dalam buah senggani bisa diekstraksi jadi bahan warna bikinan alami memakai pelarut yang memiliki sifat polar.

Manfaat bonsai Senggani

Bukan hanya bahan warna, karena memiliki bentuk yang unik dan mempunyai karakter tahan terhadap air, akar bonsai senggani kerap warga pakai sebagai ornament aquarium atau aquascape.

Tetapi dari beberapa riset yang kami baca, faedah Yeh mu tan (senggani dalam aksara Cina) malah banyak untuk kesehatan atau olahan obat tradisionil, misalkan:

1. Keputihan

Keputihan sebagai keadaan ada lendir atau cairan keluar vagina sebagai langkah alami badan untuk jaga kebersihan dan kelembabannya. Jika seorang wanita alami keputihan, karena itu cairan yang dibuat oleh kelenjar vagina dan leher kandungan akan keluar bawa sel mati dan bakteri. Dengan begitu, vagina masih tetap terbebas dari infeksi.

Tetapi, keputihan dapat dipandang beresiko bila ada peralihan warna, struktur, dan bau. Keadaan semacam ini sering dipandang seperti pertanda keputihan yang tidak normal karena infeksi atau abnormalitas organ reproduksi. Ciri-ciri keputihan semacam ini adalah ciri-ciri penyakit kelamin wanita yang rupanya dapat ditangani dengan senggani.

2. Disentri Basiler

Disentri adalah tipe penyakit infeksi usus yang dapat mengakibatkan diare dibarengi darah atau lendir. Saat terjadi diare, frekwensi bab akan bertambah dengan stabilitas feses benyek sampai cair.

Ada dua tipe disentri, satu diantaranya ialah disentri basiler atau shigellosis yang dikarenakan oleh infeksi bakteri Shigella. Penyakit ini dapat ditangani dengan ramuan senggani.

Triknya, bersihkan sampai bersih 60 gr daun senggani fresh dan 60 gr aseman fresh atau Polygonum Chinense. Rebus ke-2 bahan itu dalam 3 gelas air sampai sisa segelas. Biarkan sampai dingin, lalu saring ramuan itu saat sebelum diminum sekitar 1x satu hari.

3. Menetralisir Toksin Pada Singkong

Harus dipahami, singkong memiliki kandungan Hidrogen Sianida atau Asam Sianida yang memiliki sifat beracun. Biasanya warga mengenali senyawa ini sebagai toksin asam biru karena ada bintik biru pada singkong yang hendak jadi racun bila dimakan.

4. Diare

Diare sebagai salah satunya masalah pencernaan yang sering terjadi. Ada beberapa pemicu yang memacu munculnya diare, satu diantaranya karena intoleransi makanan atau infeksi virus serta bakteri.

5. Bisul

Bisul atau furunkel sebagai tonjolan merah di kulit yang berisi nanah dan sangat terasa ngilu. Keadaan semacam ini umumnya disebabkan karena infeksi bakteri yang memacu infeksi pada folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut.

6. Pendarahan Kandungan atau Uterus Abnormal

Pendarahan kandungan atau dalam istilah klinis dikenali sebagai pendarahan uterus abnormal ialah pendarahan luar biasa yang tidak biasa dari uterus keluar lewat vagina. Pendarahan semacam ini dapat terjadi kapan saja, saat transisi menstruasi atau di luar transisi menstruasi.

Menambahkan daftar panjang di atas, daun muda bonsai senggani biasa khalayak gunakan sebagai lahapan. Bila direbus, daun itu bermanfaat menyembuhkan rematik dan radang persendian. Tidaklah sampai di sana, menurut ahli daun bonsai ini bermanfaat untuk budi daya ulat sutra karena berperan sebagai pakan. Bijinya yang pahit bisa juga dimakan dan bermanfaat untuk kesehatan.

Nah, demikian ulasan dari BonsaiKita.com mengenai pengertian, karakteristik, dan 6 manfaat dari bonsai senggani. Semoga bermanfaat ya. Terimakasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *